Untuk Sebuah Jiwa
Untuk Sebuah Jiwa
Ketika lisan mulai berkeluh kesah
tentang fisik yang lelah
dan pikiran yang kalah, membuncah
maka saatnya kita bertanya
bermuhasabah…
atas jiwa yang mulai lemah
bukan raga yang lelah
bukan pula akal yang kalah
namun semua bermula dari jiwa
mungkin kita sudah lupa
atas berapa jiwa yang bersimbah darah
tertumpah,
dan pecah…
atau mungkin kita sudah lupa
atas berapa tangan yang menengadah
sambil berkata, “kami terpaksa meminta sedekah…”
padahal di tetangga sebelah
beragam makanan mewah menjadi sampah
mudahnya berkata, “ini hasil kami jerih payah”
jutaan ummat berharap, menengadah
menoleh, dengan raut penuh harap, berkata
“wahai pemuda, keluar keluarlah
kami yang terdzalimi adalah lemah.
bantu kami, untuk akhirat kalian
kelak kami kan menjadi saksimu
untuk sebuah jannah…”
insya Allah