Save
Your Photograph!! (SYP)
“Akh,
antum bisa nggak nge-hancurin situs A***** ?”, seorang aktifis
menyebutkan sebuah situs, yang sempat menghebohkan dunia para aktivis
dakwah. Pasalnya situs tersebut berisi foto-foto akhwat hasil
rekayasa sehingga terlihat telanjang, atau setengah telanjang. Tentu
saja foto-foto ini untuk fitnah kepada para aktivis dakwah, terlebih
para aktivis yang bernaung di salah satu partai dakwah Islam. Para
akhwat yang selama ini terkenal dengan hijab dan jilbab lebarnya,
ditampilkan secara seronok. Naudzubillah…
Saya
tidak menjawab iya atau tidak. Karena sebenarnya ketika saya
menghancurkan atau tidak, orang-orang seperti itu, tipe-tipe potong
satu, tumbuh seribu. Kau hancurkan satu, dia bikin lagi bahkan lebih
dari satu situs yang sama. Sebenarnya ingin juga sih
menghancurkannya, namun sayang, untuk menyerang situs tersebut butuh
lebih dari sekedar satu orang dari jarak jauh seperti saya ini.
Pasalnya situs tersebut bukan di sebuah web hosting, melainkan di
sebuah Blog provider yang sudah lumayan terkenal. Bukan berarti tidak
bisa, namun butuh waktu, dan resource ekstra (ada yang berminat
membantu?)
Betapa
mudahnya..
Tak
perlu seorang ahli desain grafis untuk bisa memodifikasi sebuah foto.
Karena bahkan seseorang yang baru belajar komputer pun bisa
melakukannya. Mengingat buku-buku dan artikel-nya pun dengan sangat
mudah kita cari di internet. Berbekal sebuah komputer yang tak
terlalu canggih (sekelas Pentium II / III) dan sebuah software
pengolah gambar (photoshop atau GIMP) seseorang bisa memanipulasi
sebuah foto.
Untuk
mencari bahan yang akan diedit pun sangat mudah. Pertama carilah foto
akhwat yang akan dimodifikasi. Tak perlu susah, cukup ketikkan
beberapa keyword terkait, semisal “akhwat” atau “muslimah” di
Google, antum bisa mendapatkan beberapa foto akhwat sekaligus.
Atau
jika tidak, carilah di galeri foto situs-situs para aktifis dakwah
kampus atau situs-situs keIslaman. Tak susah mencari situs-situs
seperti ini, dan biasanya mereka mensertakan galeri foto kegiatan.
Pada beberapa situs dakwah kampus yang saya temui, foto-foto akhwat
bahkan dimasukkan dalam satu album tersendiri. Hal seperti ini tentu
akan lebih memudahkan.
Dengan
adanya media social network semacam Friendster, membuat pencarian
lebih mudah. Semisal kita tahu bahwa para akhwat berjilbab lebar
tersebut bernaung dalam payung organisasi KAMMI atau PKS, maka
tinggal ketikkan saja di Google, atau jika mau lebih mudah, ketikkan
keyword tersebut di kolom affiliations pada Friendster. Dengan
sedikit browsing, dijamin kita sudah mendapat tak hanya foto akhwat,
namun sekaligus juga beberapa profil pemilik foto tersebut. Entah itu
sekedar latar belakang sekolah, film favorit, atau bagian “about
me”.
Langkah
selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencari foto bugil yang
tepat, untuk kita edit dengan foto si akhwat tadi. Foto saja rasanya
kurang lengkap. Kita harus mengarang cerita panas agar terlihat lebih
nyata. Disini, profil akhwat yang sudah kita dapatkan tadi bisa kita
manfaatkan untuk membuat “cerpen” kita semakin terasa nyata. Atau
jika toh sulit dalam hal mengarang, cukup cari saja cerita panas
untuk kita modifikasi sebagiannya saja.
Jika
semuanya sudah jadi, langkah terakhir adalah membuat sebuah account
palsu, memposting seluruh foto beserta cerita panas tersebut ke
Internet, menambahkan kata-kata "berdasarkan pengalaman nyata",
lantas tinggal mempublikasikan alamatnya ke orang-orang yang tidak
suka terhadap dakwah. Dan lihatlah, betapa cepat cerita tadi akan
tersebar.
Maka
sudah lengkaplah "proyek" tersebut. Dan asal tahu saja,
untuk membuat keseluruhan hal diatas, tak butuh waktu hingga sehari.
Jangan
Salahkan Internet
Komputer
dan Internet adalah salah satu media yang bisa kita katakan netral.
Seperti halnya televisi, radio, ataupun media telekomunikasi lainnya.
Kita tak bisa serta merta mengatakannya haram hanya karena ada
kejadian seperti ini bukan?
Sama
halnya seperti pedang, ketika ia digunakan untuk membunuh kaum
mukmin, apakah lantas menjadikannya haram? Tidak bukan?
Justru
yang dituntut adalah kaum mukmin bisa menguasai seluas-luasnya
tentang media netral tersebut, untuk kemudian dimanfaatkan sebagai
sarana dakwah Islam. Tak bisa kita pungkiri betapa banyak orang-orang
yang bisa tersentuh Islam melalui jalan internet.
Ketahui
Karakter-nya
Ketika
kita memasang sebuah artikel, gambar, file, atau apapun, maka ia bisa
diakses oleh jutaan pengguna internet di seluruh dunia. Siapapun bisa
membukanya. Kita tak akan pernah tahu apakah yang membuka sahabat
kita sendiri, atau seorang yang tak kita kenal yang berniat buruk
pada kita.
Dalam
kasus foto diatas, para akhwat, hendaknya sangat menjaga sekali
peredaran fotonya. Terlebih di dunia maya. Membuatnya tertampang
begitu saja, sama halnya memiliki sebuah kebun tanpa pagar. Ia kalau
yang lewat orang baik tak masalah. Lah kalau yang lewat orang yang
berniat buruk? Habislah sudah kebun kita.
Tak
Harus Bersikap Paranoid
Beberapa
organisasi di beberapa wilayah ada yang bersikap sangat protektif.
Ada yang bahkan melarang anggotanya untuk memajang satu pun foto
mereka di Friendster. Ada pula sebagian aktivis secara personal yang
bahkan sampai tidak mau sama sekali berurusan dengan friendster.
Memang
hal tersebut sangat bagus, karena dengan hal ini orang-orang yang
berniat buruk, tak mungkin lagi memodifikasi foto mereka. Bagi antum,
ada baiknya berbuat seperti itu. Namun jika tidak, setidaknya
pastikan antum telah mengamankan foto-fotomu. Beberapa cara ini bisa
dilakukan.
Buat
Fotomu Uneditable
Bukan berarti tak bisa diedit, namun
yang dimaksud disini adalah buat agar fotomu yang terpasang, tak akan
bernilai apa-apa ketika dilakukan coba dibuat telanjang oleh mereka
yang berniat buruk.
Caranya pun bermacam-macam, entah itu
hanya foto siluet, foto mata saja, foto tampak setengah wajah saja
(dari samping), foto dari belakang (hanya tampak belakang), atau foto
bersama beramai-ramai sehingga foto kita hanya berupa satu wajah
kecil diantara foto teman-teman kita lainnya. Atau foto-foto konyol
lainnya (misal foto jempol doang , atau foto dari jarak 100 meter
tanpa zoom ,dll ^_^! )
Atau bisa pula kita memodifikasi foto
kita sehingga tampak seperti gambar ilustrasi/kartun. Dengan efek
photoshop, sehingga warnanya menjadi sephia, grayscale, atau tampak
seolah goresan pena (efek karikatur/lukisan). Yang seperti ini,
setidaknya akan membuat si pelaku akan berpikir berkali-kali untuk
mengedit foto antum.
Tak
Semua Foto
Untuk bisa melakukan modifikasi, tak
semua foto bisa kita gunakan sesuai keinginan kita. Untuk
memodifikasi foto antum menjadi foto ‘panas’, dibutuhkan pose yang
tepat tentunya. Setidaknya ada beberapa foto yang harus antum
hindari keterpasangannya di internet.
-
Foto
seluruh badan
Yakni
foto-foto yang menunjukkan diri antum secara lengkap, dari ujung
jilbab (bukan ujung rambut, kan akhwat pakai jilbab?) hingga ujung
kaki. Dalam pose apapun, dan dengan latar belakang apapun. Baik
bersama teman kita ataupun sendirian. Foto seperti ini sangat mudah
dimodifikasi.
-
Foto
setengah badan, (termasuk Foto close up).
Sebisa
mungkin hindari memasang yang seperti ini. Karena untuk beberapa
modifikasi, terkadang kita tak butuh foto secara keseluruhan. Toh
inti dari membuat foto antum telanjang adalah memadukannya dengan
foto lain bukan? Sehingga setengah badan keatas adalah foto antum,
sisanya, tinggal modifikasi tempelan gambar saja. Terkadang bisa
jadi orang hanya mengambil bagian wajah saja untuk melakukan fitnah.
Jika seperti ini, bisa dipastikan ia yang mengambilnya adalah orang
yang mengenal antum. Untuk kasus yang seperti ini sangat jarang
sekali terjadi.
-
Foto
dengan Resolusi Tinggi
Foto
dengan ukuran yang besar, ditambah dengan resolusi yang tinggi akan
semakin mempermudah pelaku untuk memodifikasi foto antum. Sebisa
mungkin, jika akan menampilkan foto di Internet, pasanglah foto yang
kecil, sekecil-kecilnya (misal 100×100 piksel), sehingga selain
untuk memodifikasi-nya yang susah, ketika dimodifikasi pun tidak
akan terlalu bagus mengingat kualitasnya yang sudah tak layak lagi.
Buat
Ia Bersifat Private
di Friendster ada dua album untuk kita
meletakkan foto. Yang satu adalah public folder, dimana foto-foto
kita dengan bebas terpampang di internet. Dan yang kedua adalah
folder private, dimana hanya teman-teman tertentu yang kita setuji
saja yang bisa melihatnya. Manfaatkan ini untuk menyimpan foto-foto
kita yang "sebenarnya".
Selanjutnya, jangan sembarangan
memberikan hak akses terhadap folder pribadi tersebut ke semua orang.
Pastikan hanya orang yang sudah kita kenal baik, bukan orang yang
baru kita kenal.
Kewaspadaan
seperti ini sudah seharusnya menjadi kebiasaan kita sehari-hari.
Kecuali Antum seorang tokoh terkenal, maka jangan biarkan Foto Anda
tersebar bebas dilihat dan dipegang orang-orang yang tak bertanggung
jawab. Entah itu yang ada di internet, atau yang disekitar, kita
(flashdisk, komputer, dll) selalu pastikan bahwa foto kita senantiasa
ada di tangan yang tepat dan bertanggung jawab.
Untuk
para admin web pun sudah selayaknya juga mengantisipasi hal-hal
seperti ini, dengan tidak asal/sembarangan memasang foto di Internet.
Selektif dan bertanggung jawab, harus menjadi panduan seorang admin
sebelum mempublikasikan sebuah foto ke Internet.
Bukan
Berarti Ikhwan Boleh
Sederhana,
karena yang namanya pornografi selalu akan lebih laku. Itulah kenapa
majalah Playboy ada dan menampilkan foto-foto wanita bugil.
Seandainya ada majalah Playgirl dan yang ditampilkan adalah foto para
lelaki, tentulah pembelinya hanya sedikit.
Namun
ini tak berarti para ikhwan serta merta boleh menyebarluaskan foto
mereka begitu saja. Proses kehati-hatian seperti ini harus menjadi
sikap kita bersama. Bisa jadi seseorang yang tak suka dengan Antum
secara personal, akan melakukan fitnah dengan cara-cara seperti ini.
Cari foto antum ,cari foto akhwat rekan antum, dan "pasangkan"
deh. Jika sudah begini, maka antum juga yang rugi.
Intinya
SYP
Inti
dari semuanya sebenarnya hanya satu. SYP – Save Your Photograph.
Selalu amankan foto-foto Anda. Bukan berarti kita tak boleh atau tak
bisa memasang satu pun foto kita di internet, hanya saja jangan
sampai mempublikasikannya sembarangan. Bahkan jika bisa, jangan
memasang foto kita kecuali betul-betul dirasakan perlu. Jangan
sampai hanya karena ingin dikenal, salah-salah justru kita harus
berurusan karena fitnah yang mengenai kita. Kalau sudah begini, siapa
yang bisa disalahkan?
Mengetahui
karakteristik Internet, kemudian menggunakannya secara bijak dan
sehat, sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama.
Wallahu’alam
Toni
Tegar Sahidi
Ilmu
Komputer 05-Universitas Brawijaya Malang
tonitegarsahidi@bigstring.com
www.tonitegarsahidi.cjb.net
http://mimpikomputer.blogspot.com