Jadi Ikhwan Itu…..
Jadi Ikhwan
itu…..
(ikhwan :
laki-laki, akhwat : perempuan, Antum : kamu (jamak))
Ada salah satu dari akhwat di kelas saya,
yang terkadang jika membahas masalah tertentu…
”Jadi akhwat itu ribet, nggak bisa bebas
kayak ikhwan, kita harus pakai jilbab, pakai kaus kaki, delelel.. dah gitu
kalau belum macem-macem….”
”Bayangkan kalau ikhwan itu kan enak, bisa
kemana-mana bebas, nggak perlu pakai jilbab macem-macem. Hehehe.. nggak
bersyukur ya sepertinya??” sambil tertawa ia pun menjawab sendiri pertanyaannya,
akhwat yang aneh…..
Atau yang paling sering dikatakan olehnya
pada teman-teman ikhwan di kelas kami, jika ada tugas kuliah yang menuntut utuk
dikerjakan bersama-sama ”Kamu jadi akhwat po’o, biar bisa ngerjain bareng
dikost”, atau ”gimana kalau kamu jadi akhwat, biar tahu bagaimana rasanya..!!”
Jika sudah gitu maka teman saya yang sesama akhwat justru yang menjawab,
”kenapa nggak kamu aja yang jadi ikhwan!”.
Dan masih banyak hal lain, seolah-olah
menjadi seorang ikhwan itu simple, mudah, nggak ribet, dan pokoknya enjoy dan
bebas.
Tapi, apa ya gitu?
Bukan masalah
kita bersyukur atau tidak, yang pasti tidak ada satu manusiapun di muka bumi
ini yang bisa memutuskan, akankah ia dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau perempuan. Termasuk
disini Antum..
Kembali ke masalah,
apa benar jadi ikhwan itu gampang? Ya, memang dibandingkan para akhwat, makhluk
yang disebut ikhwan memang dikarunia beberapa kelebihan, semisal fisik yang
lebih kuat (jadi rugi kalau antum ikhwan tapi loyo), maupun kemampuan
mengendalikan emosi yang lebih bagus (jarang lihat ikhwan nangis kan?).
Jika ana boleh bilang,
banyak dari kita-kita, sesama ikhwan yang seringkali terbuai dan terlena
sehingga lupa, bahwa kita, ikhwan itu ternyata punya kewajiban dan tanggung
jawab yang lumayan besar lho! Diantaranya sebagai berikut :
- Sholat Berjamaah di MASJID
Tak banyak dari kita yang mau concern dengan masalah ini. Tahu nggak?
Bahwasanya sholat fardhu untuk laki-laki itu tempatnya di masjid. Beberapa
ulama bahkan menghukumi wajib untuk hal ini. Karena ada sebuah hadits yang
menyebutkan bahwasanya tidak sah sholat (laki-laki) kecuali di masjid. Bahkan
Rasulullah pun menyuruh sahabatnya yang buta (Abdullah ibnu Ummi Maktum) bahwa
jika mendengar Adzan, maka segeralah untuk pergi ke masjid. Ngomong-ngomong,
antum buta nggak? Ana rasa nggak (kalau buta, gimana bisa masuk MIPA?)
- Kalo Ada Perang
Meski negeri ini sedang damai dan aman-aman saja, namun ketika Ummat Islam
ini diserang/diperangi, maka sesungguhnya yang wajib angkat senjata adalah para
ikhwan.para akhwat silahkan mengungsi ataupun bersembunyi di rumah-rumah, kita
para ikhwan yang WAJIB mengangkat senjata.
So, kalau Antum sekarang masih boleh dibilang pengecut.. eh.. penakut (ana
rasa nggak) maka sebaiknya antum mulai sekarang harus sering-sering berlatih
keberanian (bukan berarti uji nyali ke kuburan lho.. hehehe), siapa tahu suatu
saat kita ntar perang… tul!!!
- Menafkahi & Membina Keluarga
Sadar atau tidak, suatu saat kita akan menjadi seorang kepala keluarga.
Dari sekian itu, kita para ikhwan punya satu kewajiban yang tidak dibebankan
kepada para akhwat. Yah tahu sendiri lah, menafkahi keluarga. Namun tak cuman
itu, sesungguhnya baik buruknya sebuah keluarga, itu pun kelak menjadi tanggung
jawab kita sebagai ikhwan. Apa ada anak yang nakal, mebeling, bahkan kriminal,
or istri yang gimana-gimana, itu semua kelak menjadi tanggung jawab bagi kita.
Kaum laki-laki itu adalah
pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka
(laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki)
telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (An Nisaa-34)
Sebenarnya memang
masih banyak hal yang tak tersebut diatas, betapa bahwa memang sepintas seorang
ikhwan itu enak, bisa bebas kemana dan apa saja (selama masih syar’i lho).
Namun dibalik semua itu, sesungguhnya kita pun diberi sebuah amanah, dan
tanggung jawab yang lumayan besar di pundak kita.
Coba bandingkan
dengan para akhwat, mereka tinggal di rumah, mengurus rumah, pun sudah
dijanjikan surga. Kita rupanya tak semudah itu, kita diberi kewajiban untuk
berperang jika diserang, pergi ke masjid meski terik matahari menyengat, dan
juga menafkahi dan mengatur keluarga kita.
So, gimana dengan
Antum? Mana-mana saja dari hal diatas yang sudah antum jalani, or setidaknya
antum persiapkan? Sekedar pesan terakhir, bahwa sesungguhnya Allah tak akan
memberi masalah yang melebihi kemampuan hambanya. Semakin besar potensi antum,
maka semakin besar pula tanggung jawab dan amanahnya.
Seperti yang
dikatakan oleh pamannya si Peter Parker, (yang jadi Spiderman itu loh)
”From a Great Power,
comes a Great Responsibility”
mungkin kita dikarunia
beberapa kelebihan dibanding dengan para akhwat di dunia, semisal dalam
pembagian warisan kita berhak dapat dua kali lipatnya, namun yang jelas di akhirat,
Allah tentulah tak memandang pada itu semua.
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun
wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan
mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (An Nisaa-124)
Sekret Forkalam, Awal Desember 2006
http://tonitegarsahidi.blogs.friendster.com