Kacang Tanpa Isi..
Kacang Tanpa Isi..
Ada yang mengatakan bahwa orang yang membaca Al Quran, maka Insya Allah di amsa tuanya, ia tak akan buta, dan tak mudah lupa.
Namun alangkah lucunya ketika banyak dari kita yang justru membelikan ayah-ayah kita yang sudah tua renta buku-buku teka teki silang, atau sudoku, dengan alasan agar tidak lupa?
Orang seringkali marah jika melihat ada ayat-ayat dari Al Quran, entah itu dalam bentuk lembaran atau bahkan dalam bentuk mushaf sekalipun, yang terinjak-injak…
Namun alangkah lucunya ketika orang-orang ini justru diam ketika melihat orang-orang yang menginjak-injak isi dan martabat Al Quran itu sendiri..
Kita seolah hanya makan kulit kacang.. sementara isinya justru kita buang.??
Alangkah lucunya orang-orang Islam ..
Ah maaf, barangkali orang-orang seperti kita ini bukanlah orang Islam
Bukankah kita hanya sholat namun sholat itu tak pernah membekas di hati-hati kita..??
Bukankah kita membaca Al Quran, namun kita tak pernah mempelajari maknanya
Atau bahkan mengamalkannya di kehidupan kita..??
Apa yang kita sebut sebagai keimanan kadang tak lebih dari sepenggal pemahaman yang kering makna.
keimanan ini hanya seolah berkobar di rumah-rumah dan di masjid-masjid
namun padam seketika di kampus, sekolah, pasar, rapat RT, kantor…
lantas kapan lagi sebenarnya Islam ini akan memancar di wajah setiap manusianya?
Ini bukan mimpi semu atau mimpi palsu..
Untuk membawa sebuah kebenaran Islam di wajah setiap manusia..
Di seluruh dunia… seperti di masa Rasulullah.. dan khulafaur Rasyidin
Sebuah negara sebuah sistem yang melindungi seluruh mukmin
Barangkali kita perlu ragu pada keimanan kita
Jika kita belum mampu atau pun belum INGIN untuk membentuk
Dan MENGUSUNG PERADABAN YANG BERKEIMANAN…
-sesungguhnya segala sesuatu tergantung pada niatnya-
ah barangkali kita perlu lebih banyak ber istighfar..
Ponorogo, 2 September 2006
Empat hari Setelah ceramah yang mengagumkan
di Musholla rektorat Unibraw lantai 9