dari BLog ini, masa depan ummat dan kesejahteraan mereka ditentukan..

Archive for August, 2006


Berterima kasih..

berTerima Kasih

 

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang
sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba
bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya
kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.

 
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.
Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk
menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun
1960- an, yaitu diskriminasi ras pada saat itu.

 
Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk
mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi.

 
Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat
si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari
berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang.

 
Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set
besar berwarna (pada tahun 1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat
kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :

 
 "
Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya
membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong
saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku
yang sedang sekarat… hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu
saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"

Tertanda
Ny. Nat King Cole

 
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

 

***
Ada banyak orang yang berarti dalam sejarah hidup kita. Mereka orang-orang
yang terkadang hanya berlalu begitu saja, atau pun orang-orang yang masih berdiri
di sisi kita hingga sekarang. Merekalah yang mampu menimbulkan banyak perubahan
bagi kita. Entah itu kesuksesan, hidayah, maupun berbagai macam perasaan dan
perubahan pada diri kita. Dan ini adalah satu hal yang wajar, mengingat bahwa
kita berinteraksi dan terpengaruh oleh lingkungan di sekitar kita.

 
Namun, disadari atau tidak, lambat atau cepat, kita sering melupakan mereka
yang telah berjasa dan memberikan andil perubahan bagi kita. Hanya sedikit yang
kita ingat dari mereka. Hanya orang-orang yang membuat kita sangat terkesan,
atau juga orang-orang yang manfaatnya masih kita rasakan hingga detik ini.

 
Selebihnya? sering
kita lupa, atau bahkan melupakan kebaikan mereka, kadang kita beranggapan bahwa
itu tidaklah perlu karena itu sudah tugas dan kewajiban mereka. Entahlah, seolah
kebaikan mereka telah terhapus oleh waktu dan tugas mereka. Sering kita lupa
bahwa mereka, se-sedikit apa pun, telah membantu kita dalam hal-hal yang kita
tak tahu, apa jadinya jika tanpa mereka.

 
Teman, tak malukah
kita? kita menerima kebaikan, kearifan, hikmah, dan berbagai hal yang mampu
membuat kita menjadi lebih baik karena seseorang, lantas kita melupakan? “Lantas
dimana lagi mau kita sembunyikan wajah-wajah tak tahu terimakasih ini?”

 
Teman, kebaikan dan
keikhlasan memang tak kan pernah mengharap sebuah balas jasa. Namun apakah
terlalu berat bagi kita untuk sekedar tutur terima kasih, atau seulas senyum
sekalipun? Jika ini saja tak mau kita lakukan, lantas mau dibilang apa kita
nanti?

 
Ketahuilah bahwa
sepatah kata “Terima Kasih”, atau seulas senyum dari kita, akan membuat orang
lain merasa dihargai. Sungguh, sebuah kata atau seulas wajah yang akan membuat
mereka tersanjung, bahwa mereka dihargai seperti halnya seorang pahlawan,
orang-orang yang berjasa, dan orang-orang yang spesial bagi kita.

 
Jadi? Kenapa tidak
kau buka kembali phone-book HP mu, dan ketikkan, “Terima kasih teman, untuk semua kebaikan dari mu selama ini, semoga
Allah membalasmu dengan yang lebih baik”
, dan kirim ke orang-orang yang
selama ini kita lupakan.

 
Teman, ketika
dirimu menerima tulisan ini, ketahuilah karena kamu adalah orang-orang yang
berjasa bagiku. Kamu adalah orang-orang yang –sadar atau tidak- telah membawa
banyak perubahan dalam hidupku. Karenanya aku telah menganggapmu sebagai
orang-orang yang spesial!!

Teman, ketahuilah
bahwa se-sedikit apapun yang aku terima darimu, entah yang kau sadari atau
tidak, sesungguhnya aku menganggapmu sebagai orang-orang yang berjasa dan
spesial bagiku.

Karena dibalik rasa
syukurku pada Rabb yang melahirkan semua kebaikan itu, kamulah yang dipilihNya
untuk menyampaikannya kepadaku.

 Jadi, sebelum
terlambat, ijinkanlah diri ini untuk mengatakan,

“Teman, terima
kasih untuk semuanya,
untuk semua
persahabatan,
untuk semua
perhatian, dan
untuk semua
kebaikan darimu,
Semoga Allah
membalasmu dengan yang jauh lebih baik”

 
“Jazakallah/Jazakillah khairon katsiir…”

***

 Jika anda
menyukainya, silahkan forward surat diatas, ke siapapun yang anda inginkan. Jika
tidak, silahkan simpan email ini, sebagai bukti bahwa aku menganggapmu sebagai
seseorang yang spesial…

 

First Originated by
Toni Tegar Sahidi

Force Comment :
08175404373

Bukan Karena Cinta

“Apa alasan kamu menikah..???”

 

Cinta, siapa sih yang nggak kenal dengan makhluk satu ini..??? setiap
manusia, bisa dibilang normal kalau bisa merasakan hal yang satu ini. tak
peduli siapapun dia, muda, tua, kaya, miskin, sekolah, nggak sekolah, so pasti
dijamin dah ngerasain hal yang satu ini. memang sudah fitrah kok, mau apa
dikata lagi. Bahkan salah satu cirri manusia yang sehat atau normal menurut
PBB, katanya sih ada capability of love, kemampuan untuk mencintai. Bener lho
bro..!! orang tua bisa dikatakan normal kalau mencintai anaknya, demikian juga
sebaliknya. Suami bisa dikatakan normal jika ia mencintai isterinya, dan juga
sebaliknya.

 
Hemm. Sebenarnya ada banyak cinta sih, dari cinta kepada Allah, cinta
kepada orang tua, kepada saudara, kepada ummat, kepada lingkungan, kepada hewan
kesayangan, atau bahkan kepada lawan jenis kita. Secara alamiah, atau
istilahnya psikologi dan naluri, hal tersebut memang wajar. Karena memang pada
dasarnya, manusia pun memiliki kebutuhan untuk mencintai dan dicintai. Namun
yang akan saya bahas disini lebih cenderung pada cinta yang paling umum
terjadi.

 
Konon, cinta yang kayak gini punya kekuatan yang dahsyat lho..!! saking
dahsyatnya, sang Julius Caesar pun tunduk pada cleopatra, sang Juliet pun memilih
mati untuk menyusul Romeo-nya. Katanya sih gitu..!!

 
Hemm… tapi kalo ngomongin soal cinta, sebenarnya ada satu hal unik, yang
belakangan saya pelajari. Baik dari pengalaman pribadi dulu ketika masih
“jahiliah”, ketika sudah mulai mengenal Islam, dan mulai bersemangat,namun
masih kurang “Ngeh”, maupun dari pengalaman orang lain, dan juga beberapa hal
dalam buku psikologi. Bahwa ternyata ada satu hal unik tentang cinta ini.

 
Apaan sih…???bahwa … ssst… tapi jangan bilang siapa-siapa ya..!! Bahwa
lama kelamaan saya menjadi ragu tentang konsep yang disebut “True Love”. Apa
yang sering disebut, diucapkan, baik di novel-novel , buku-buku cerita,
dongeng, ataupun film-film yang banyak beredar. Entah itu kisah romeo dan
juliet, atau apa pun..!!

 
Setidaknya ada beberapa alasan kenapa saya bisa berkata begitu.
Wallahu’alam, namun dari buku-buku yang pernah saya pelajari, baik buku-buku
psikologi. Dan juga dari pengamatan-pengamatan saya, bahwa satu hal yang ana
yakini. Cinta itu bisa ditumbuhkan.

 
Apa yang biasa kita sebut dengan cinta, atau setidaknya perasaan saling
suka, sebenarnya tak lain adalah ekspresi ataupun tanggapan dari perasaan kita
terhadap apa-apa yang kita ketahui tentang seseorang. Hal ini otomatis berimbas
pada bagaimana kita sebenarnya mengenal dari orang-orang tersebut. Semakin kita
mengenal kawan kita, adakalanya semakin pula kita menyukai kawan tersebut.
Meski dalam hal ini bisa jadi kita justru semakin benci karena kita jadi tahu
sifat2 yang buruk dari orang tersebut.

 
Namun sebuah proses penting akan berlanjut disini, adalah bagaimana kita
menyikapi informasi terkait dari orang tersebut. Ambil contoh mudah, katakan
saja, Anda sudah tahu bahwa si A memiliki beberapa kelakuan yang buruk, namun
Anda berpendapat bahwa, “Ah biarlah, kan nanti bisa dirubah”, atau “Ah,
bukankah masih banyak kelebihan yang lain..???”

 
Sehingga, disinilah peran penting itu. PERSEPSI KITA. Bahwa ternyata
pendapat kita, entah itu suka ataupun benci, ternyata tak hanya terkait tentang
bagaimana kondisi orang tersebut, namun bagaimana juga tanggapan kita
terhadapnya. Dan yang lebih uniknya lagi, bahwasanya persangkaan ini, bisa kita
setel sesuai kemauan kita. Benar, bisa kita setel sesuai dengan kemauan
kita…!!

 
OK, katakanlah anda setuju dengan hal diatas, tapi sekarang lantas Anda
tentu akan berpikir, “Lha terus bagaimana agar menumbuhkan perasaan tersebut
dalam benak orang lain..???”. Hal paling mudah, tentu saja dengan membuat kesan
baik tentang Anda pada orang-orang tersebut. Bagaimanapun juga, sebuah fitrah
manusia untuk suka pada hal yang bernama kebaikan. Tak cukup disitu sebenarnya,
karena sebenarnya masih ada banyak hal-hal lain, yang tidak mungkin saya
ungkapkan disini.

 
Baik, cukup disini kita bicara bagaimana sebuah proses perasaan tersebut
bisa muncul, ataupun dimunculkan. Sebuah hal yang sebenarnya cukup simple.
Namun permasalahannya disini adalah lantas, banyak dari kita yang terburu
menanggapinya, “inikah cinta sejatiku..??”, ataupun hal-hal lainnya. Padahal
sekali-kali belumlah tentu. Mengingat bahwa sungguh skenario dari sang Pencipta
adalah satu hal yang tak bisa diduga sebelumnya. Ada kejadian seorang teman
mengutarakan perasaan cintanya, tapi yang terjadi 6 bulan kemudiannya, justru
ia mengatakan, bahwa ia terkadang sebel dan benci setiap mengingat orang
tersebut.

 
Namun dibalik semuanya, kalau boleh dibilang sih, jangan salahkan perasaan
cinta itu, tapi salahkanlah bagaimana seseorang itu menanggapi perasaan
cintanya. Ada banyak orang yang lantas kemudian, melakukan banyak hal maksiat,
entah itu sekedar ikhtilaath, saling pegang tangan, saling cium peluk,a tau
bahkan berzina dan mereka mengatasnamakan cinta dalam perbuatan-perbuatan tsb.
Hal ini tentu saja tidak dapat ditolerir, dan sangat perlu untuk kemudian kita
luruskan bersama. Dan satu lagi yang saya yakini, sebesar apapun cinta itu pada
diri antum, sesungguhnya hal tersebut tidak akan berarti jika tidak diikat
dengan tali pernikahan.

 Hemm.. sebenarnya saya belum menikah tapi ngomong-ngomong soal ginian, saya pun jadi terpikir, bahwa
ntar suatu saat kelak, kalau saya mau ngelamar seseorang, barangkali saya akan
berkata begini :

 
“Saya melamarmu, bukan karena saya mencintaimu, tapi karena saya INGIN
mencintaimu.”, apa ya begitu ya..???

wallahu’alam…


Malang, setelah Ospek 2006
Ketika perasaan itu makin menyiksa