dari BLog ini, masa depan ummat dan kesejahteraan mereka ditentukan..

Archive for January, 2006


Ciri Ciri PECANDU INTERNET

Ciri Ciri PECANDU INTERNET



Guyonan lama seh, tapi lumayan buat penyegaran lagi

Ini dia hasil survey mengenai tanda-tanda terjadinya kecanduan Internet adalah :

1. Mas kawin yang Anda minta di hari pernikahan adalah seperangkat komputer dan modem. Tunai !

2. Bel di rumah Anda bertuliskan "Click Here to continue"

3. Pintu kamar mandi Anda bertuliskan "This site contains Adult Material,please verify your age"

4. Anda menanyakan apakah ada email baru untuk anda kepada Pak Pos yang mengantarkan kartu lebaran.

5. Mimpi anda selalu berawal dengan http://www.

6. Anda menggunakan "search engine" untuk mencari anak anda yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

7 "Unable to locate your server !", kata Anda ketika menerima telepon salah sambung.

8. Anak-anak Anda diberi nama: Joko.gov agar kelak dia jadi Pegawai negeri sipil : Susy.org agar kelak jadi cewek matre; dan Tole.edu agar kelak dia jadi mahasiswa abadi.

9. Suara dengkuran Anda sudah persis mirip dengan suara Handshake modem.

10. Anda susah menggerakan jari Anda karena Anda sudah online selama 36 jam

11. Anda menonton film "The Net" …. 25 kali.

12. Ketika mobil Anda menyeruduk mobil lain di simpang jalan, yang pertama Anda cari adalah tombol "UNDO".

13. Istri Anda meletakan wig di atas monitor Anda untuk mengingatkan Anda seperti apa tampangnya.

14. Anda memberi nama anak Anda Eudora, Netscape dan Mirc. Dan kalau anda lebih demokratis (tidak monopistis) anda akan memberi nama anak anda Linux

15. Anda memperkenalkan diri sebagai : aku@y…

16. Anda membuat tatoo di badan Anda yang berbunyi "This body best viewed
with Internet Explorer 5.5 or higher."

17. Anda meninggalkan antrian tiket kereta api dengan berkata "request time
out !!!"

18. Ketika hidup anda mengalami depresi, anda akan sangat menyesal mengapa tubuh anda tidak dilengkapi dengan tombol Ctrl-Alt-Del.

19. Anda pasti salah satu pecandu internet, buktinya Anda membaca thread ini sampai habis.[/list]
Ada yg bisa nambahin ?

 

 

Ciri Pekerja Tahun 2000-an



Refreshingggg di hari jumat mo liburrrrr!!

1. Kamu pernah gak sengaja nyari tombol escape di mesin atm, kalo salah masukin pin

2. Kamu sudah bertahun-tahun gak main solitaire pake kartu beneran

3. Kamu meng-email teman kamu yang duduk disamping mejamu

4. Kamu juga mengirim SMS ke teman kamu yang di duduk bersebelahan

5. Alasan kamu saat berhenti berhubungan dengan teman-temanmu adalah "dia tidak punya alamat email seeh"

6. Kamu tahu berita terakhir dari milis, atau dari buka-buka website (macam myQuran ini kali )

7. Kamu sudah duduk dimeja yang sama selama lebih dari 2 tahun dan bekerja untuk 3 perusahaan berbeda (mroyek diluar emang oke )

8. Kamu ngerasa pernah ngedenger berita yang sama saat nonton buletin malam

9. Jumlah karyawan kontrak dikantormu melebihi jumlah karyawan tetap, dan umumnya mereka bekerja dengan kontrak yang berulang-ulang diperpanjang

11. Ngerasa gak pede kalau gak bawa charger handphone.

13. Saat kamu membaca daftar ini, kamu sambil senyum-senyum dan manggut-manggut

14. Saat membaca ini, kamu sudah berpikir untuk ngasih tahu ke teman-teman mu yang laeen

15. Saking cepet-cepetnya kamu baca thread ini (karena sibuk), kamu gak sadar kalo gak ada nomor 10 di daftar ini.

16. Dan yang lebih kocaknya lagi, kamu scroll keatas untuk memastikan kalo nomor 10 bener-bener gak ada (bener gak ?? bener gak ??)

__________________
Salam hangat selalu,

 

15 Tips agar anda tidak ‘bete’ di dalam lift.

15 Tips agar anda tidak ‘bete’ di dalam lift.

1. Ketika anda hanya berdua dengan orang tak dikenal, colek bahunya!
Kemudian anda pura-pura melihat ke tempat lain..

2. Tekan tombol lift kemudian anda pura-pura kesetrum. Tersenyumlah
lalu….. ulangi lagi.

3. Gunakan HP anda untuk telpon ke Psikolog sambil bertanya apakah dia
tahu di lantai berapa anda sekarang ?

4. Bawalah kamera dan ambillah gambar semua orang yang ada di dalam lift.

5. Pindahkan meja kerja anda ke dalam lift. Jika ada yang masuk,
tanyakan apakah mereka sudah membuat janji?

6. Bentangkan papan catur di lantai lift dan ajaklah orang-orang,
barangkali ada yang mau main.

7. Letakkan sebuah bungkusan di pojok, jika ada yang masuk, tanyakan
apakah mereka mendengar suara tik…tik…tik…

8. Anda pura-pura jadi pramugari! Tunjukkan prosedur keselamatan
penerbangan seperti di dalam pesawat terbang.

9. Ketika pintu menutup, beri pengumuman kepada orang-orang. Tenang,
jangan panik, nanti pasti terbuka lagi koq!.

10. Pasanglah muka menyeringai kesakitan sambil memegangi kepala anda
dan mengumpat: Diam, semuanya diam!.

11. Bukalah tas anda, sambil melihat ke dalam tas, tanyalah: Udaranya
cukup nggak disitu?

12. Diam dan jangan bergerak sama sekali di pojok lift, menghadap
dinding,  jangan pernah keluar.

13. Bawalah wayang golek atau wayang kulit, gunakan wayang itu untuk
ngobrol dengan orang di dekat anda.

14. Dengarkan suara didnding lift dengan stetoskop.

15. Buatlah garis di lantai sekeliling anda menggunakan kapur, lalu
bilang: Ini adalah wilayah SAYA

Hidayah “dengkul”

Lutut dan Kewajiban Sujud

 

Sesungguhnya penciptaan makhluk –termasuk di dalamnya manusia- selalu sesuai dengan kapasitas tugas dan kewajibannya.

“Saya mendapatkan hidayah dan masuk Islam,” kata Ustadz F.X.Rusharyanto, “lewat mimpi.”

Waktu itu, saya tak begitu respek. Entahlah, saya selalu berpendapat dangkal pada orang-orang yang masuk Islam lewat mimpi; bertemu (katanya) Rasulullah, orang berjubah putih, dan pengalaman-pengalaman supranatural lainnya. Tentu saja menurut saya –saat itu- hal ini tidak realistis. Saya teringat tetangga saya yang masuk Islam gara-gara (katanya) mimpi bertemu sunan kalijaga. Hanya sebegitu thok. Katanya, Sunan Kalijaga mengenakan jubah warna hijau kesukaan beliau dan sedang berjalan entah kemana. Paginya cling… dia masuk Islam. Sebuah proses yang ajaib.

Alangkah mudahnya berganti akidah. Apa korelasi antara bertemu sunan kalijaga dengan memeluk agama Islam? Toh, malah dulu banyak orang yang bertemu Sunan Kalijaga –malah- secara wadag. Beruntung saat itu dia mimpi bertemuj sunan kalijaga. Bagaimana kalau bertemu Dewa Wisnu atau Dewi Kwan Im?

Saya tidak mengatakan bahwa agama terbebas dari hal-hal irrasional semacam itu. Toh takdir dan rezeki adalah sesuatu yang tak bisa diterjemahkan secara letterlijk. Ruh, malaikat, jin… yang menjadi komponen kelengkapan iman. Tapi bukan berarti juga agama adalah sesuatu yang mutlak irrasional. Semuanya mesti ada dimensi-dimensinya.

Apa istimewanya mimpi? Dijadikan patokan beli nomor buntut saja masih suka ngaco, apalagi untuk urusan besar yang berkait dengan akhirat.

Lantas, mimpi apa yang begitu dahsyat telah mengubah kemudi seorang F.X. Rusharyanto ini?

“Saya mimpi bertemu ayam,” katanya. “Jangan dulu tertawa dengan mimpi saya yang aneh.Benar, ayam. Saya tidak mimpi bertemu dengan Rasulullah, orang berjubah putih, atau gadis cantik yang pakai jilbab.”

Lantas apa istimewanya ayam ini?

“Ayam ini bisa ngomong. Ayam itu berkata pada saya,’bacalah ayat-ayat Tuhan yang ada pada lututmu.’

‘Lutut? Tidak ada ayat apa pun dalam lutut saya,’jawab saya.

‘Tidakkah kauperhatikan perbedaan antara lutut ayam dan lutut manusia? Perhatikanlah wahai manusia dan bacalah. Tempurung lutut kalian diciptakan Tuhan dan diletakkan di depan, berbeda dengan lutut ayam yang diletakkan di belakang. Itu sebab kalian tidak diperintah Tuhan untuk mengeram. Ayam diperintahkan untuk mengeram sehingga tubuhnya disempurnakan untuk melaksanakan tugas itu.’

Cukup lama saya memikirkan kalimat ayam itu sebelum kemudian saya bertanya, ‘Lantas, apa yang diperintahkan pada manusia yang memiliki lutut di depan?’”

‘Kepada manusia, Tuhan memerintahkan untuk rukuk dan sujud.”Itulah kenapa lutut kalian diletakkan di depan, bentuk kesempurnaan penciptaan di mana susunan yang demikian adalah untuk melaksanakan perintah rukuk dan sujud.’

‘Karena itulah saya mencari-cari agama mana kiranya yang memiliki ajaran rukuk dan sujud.”

Demikianlah ustadz ini mengakhiri kisahnya.

Subhanallah…betapa saya selama ini tak pernah membaca ayat yang begini indah.

 

Artikel ini dimuat dalam Buku : Diary Kehidupan

Oleh Sakti Wibowo, Asy Syaamil.